Aku akan melipat dirimu dalam
untaian sajak – sajak yang tak pernah usai. Aku akan menggulung memori tentang
bias cahaya senyummu dalam lipatan kardus berdebu di sudut kamarku. Seperti
prasasti, kau akan lusuh dan merayap rapuh. Seperti arsip, kau akan tersimpan dalam pojok gudang yang abu berdebu. Tetapi sayangku, arsip ini sudah terlalu tua mengerut basi dan mati mengeluh pasi. Jadi, aku akan mendiamkanmu di ujung sana sampai merayu lapuk, dan
aku akan maju melebur dengan semesta tanpa menggubris raunganmu di kejauhan nanti. Karena sayangku, apa guna membaca ulang arsip yang berkerak tak terarah?
Depok, 3 May 2016
03:03 PM
No comments
Post a Comment